Monday, September 17, 2012

Celebrating Life





Jakarta, 16 September 2012

Tulisan yang dibuat dengan perut kenyang bahagia, ditemani segelas Icy Blue Float. I’m more than happy.  :D

Saya baru saja mendapat ajakan untuk pergi ke Bandung di akhir bulan ini bersama dengan salah satu sahabat saya. Dia membuat ajakannya semakin menarik dengan mengatakan bahwa dia akan mengenalkan saya dengan lelaki yang ada di display picture bbm-nya. Sahabat saya mengatakan, lelaki itu calonnya. Kabar yang luar biasa menggembirakan untuk mengawali minggu ini. 

Terakhir kali saya bertemu dengannya, kurang dari dua bulan yang lalu, teman saya masih masuk kategori single. But, hey… She’s taken now.  Sampai saya menulis catatan ini, saya masih tetap tersenyum, ikut senang dengan kabar bahagia dari teman saya ini.

Life is always fascinating. 

Buat saya kehidupan akan selalu menarik.

Tepat ketika saya mengira semua akan berjalan normal cenderung membosankan.. Boom.. Sang Pembuat Cerita Hidup membuat segala hal berubah menarik.

Lihat saja, saya yang seharian ini hanya tiduran di kamar karena badan yang kurang fit, merasa bahwa hidup akhir-akhir ini menjadi terlalu biasa-biasa saja… Tiba-tiba lampu bbm saya berkelip dan sahabat saya mengabarkan berita gembira itu. Atau ketika di pertengahan minggu yang berjalan biasa saja, beberapa waktu yang lalu mendadak saya mendapatkan email melalui facebook dari sahabat saya sejak SMP yang mengatakan ia akan menikah di bulan November tahun ini. Saya pun seketika menjerit senang.
Kehidupan yang menarik memang tidak melulu mengenai siapa berpasangan dengan siapa memang. Setiap orang bisa saja membuat standarnya masing-masing…

Kehidupan juga bisa mendadak berubah menarik, ketika di tengah makan siang, seorang teman mengajak saya untuk bepergian ala backpacker ke suatu pantai yang namanya hanya pernah sepintas saya dengar, dan kami hanya punya waktu sekitar satu minggu untuk mempersiapkan semuanya.  Sebagai catatan, kami berdua merencanakan liburan di akhir minggu itu dengan antusiasme 500%.

Ada banyak cerita dalam hidup saya, atau orang-orang di sekitar saya yang awalnya terlihat seperti hari yang akan berjalan membosankan dan ternyata berubah menjadi hari yang akan menerbitkan senyum di wajah kapanpun saya atau mereka mengingatnya.

Kuncinya hanya satu, rayakan kehidupan dengan penuh sukacita.. Celebrating life, embrace all the possibilities.. You’ll never know, where you end up, but at least you are laughing through it.

Cheers,
Amel

Monday, August 27, 2012

Dear Tuhan Yang Maha Baik

Dear Tuhan Yang Maha Baik,

Terima kasih karena telah mengijinkan saya untuk pergi sejenak tapi tidak pernah meninggalkan saya barang sedetik pun
Terima kasih karena tetap menjaga saya bahkan ketika saya mengacuhkanMu
Terima kasih karena telah memberi saya waktu untuk menempuh perjalanan saya tanpa pernah berhenti mencintai saya
Terima kasih karena tetap memberikan pertolongan kepada saya dan orang-orang yang saya cintai bahkan ketika saya jauh dariMu

Terima kasih...
Karena tetap setia kepada saya bahkan ketika saya mengingkari janji setia saya kepadaMu

Terima kasih...
Karena tetap mencintai saya tanpa batas apapun yang saya perbuat

Terima kasih...
Untuk segala pengampunan dan cinta tak bersyarat yang Kau beri

Matur sembah nuwun sanget, Gusti Ingkang Maha Welas Asih

*sujud syukur*

...
Jakarta, 12 Agustus 2012
11.55 pm

Wednesday, July 11, 2012

Cinta, Bantal Dan Kata...

Jakarta, 11 Juli 2012

Kata @hurufkecil, "jika malam ini saya tidur pakai bantalmu, apakah saya memimpikan mimpimu? apakah saya akan melihat saya?".

Tweet ini mengingatkan saya pada masa-masa antara April 2010-Januari 2011. Saat ketika saya entah bagaimana, begitu jatuh cinta kepada #vleermuisman.

Dalam periode tersebut, saya ingat, ada banyak kata-kata puitis dan romantis yang saya tuliskan untuk #vleermuisman. Seperti orang yang jatuh cinta pada umumnya, saya tidak mengenal waktu. Saya bisa menuliskan dalam 140 karakter atau bahkan kurang untuk dia. Tentang rasa rindu dan galau saya di subuh, senja atau bahkan tengah malam buta seperti sekarang.

Ketika saya jatuh cinta kepada #vleermuisman, rasanya tangan saya begitu mudah digunakan untuk menulis. Sesuatu yang hingga saat ini belum bisa tergantikan oleh siapapun. Begitu pula ketika saya akhirnya melepaskannya. Bahkan hingga saat ini pun, ketika saya hanya mengingatnya. Rasanya begitu ringan untuk menulis.

Menulis menjadi salah satu media bagi saya untuk menumpahkan semua rasa yang menyesak. Meskipun, tak semua bisa saya umbar dengan gampang, karena ada beberapa rasa yang perlu saya simpan sendiri.

Jadi, apa kaitan antara cinta, bantal dan kata versi saya? Cinta membuat saya menyelipkan harapan, kenangan dan tangisan setiap malam ketika saya terlelap beralaskan bantal. Dan ketika pagi menjelang, kata menjalin semua hal tersebut di media yang saya miliki. Twitter, facebook, kertas, handphone, apapun, dalam bentuk tulisan. Untuk melepaskan semua rasa yang mendesak hati.

Membuat saya tetap waras di tengah-tengah galau mellow yellow hati. :)

Jadi, sekali lagi, malam ini, saya menyelipkan harapan saya di bawah bantal. Tentang cinta saya yang berdegup di saku kiri. Berharap, suatu hari nanti ada seseorang yang bisa merangkaikan semua rasa dalam kata.

Cheers,
Amel

Wednesday, July 4, 2012

Doa Yang Terlupakan



Tuhan, lindungilah keragu-raguan kami, sebab keraguan pun sebentuk doa. Keraguanlah yang membuat kami bertumbuh dan memaksa kami untuk tak takut melihat sekian banyak jawaban yang tersedia untuk satu pertanyaan. Kabulkanlah doa kami…

Tuhan, lindungilah keputusan-keputusan kami, sebab membuat keputusan pun sebentuk doa. Setelah bergulat dengan keraguan, beri kami keberanian untuk memilih antara satu jalan dengan jalan lainnya. Biarlah kiranya pilihan YA tetap YA dan pilihan TIDAK tetap TIDAK. Setelah kami memilih jalan kami, kiranya kami tidak pernah menoleh lagi atau membiarkan jiwa kami digerogoti penyesalan. Kabulkanlah doa kami…

Tuhan, lindungilah tindakan-tindakan kami, sebab tindakan pun menjadi sebentuk doa. Kiranya makanan kami sehari-hari menjadi buah dari segala yang terbaik dalam diri kami. Kiranya kami bisa berbagi walau sedikit saja dari kasih yang kami terima, melalui karya dan perbuatan. Kabulkanlah doa kami…

Tuhan, lindungilah impian-impian kami, sebab bermimpi pun sebentuk doa. Kiranya usia maupun keadaan-keadaan tidak menghalangi kami untuk tetap mempertahankan nyala api harapan dan kegigihan yang suci itu di dalam hati kami. Kabulkanlah doa kami…

Tuhan, berikanlah antusiasme kepada kami, sebab antusiasme pun sebentuk doa. Antusiasme-lah yang memberitahu kami bahwa hasrat-hasrat kami penting dan layak diperjuangkan semaksimal mungkin. Antusiasmelah yang mengukuhkan kepada kami bahwa segala sesuatu tidaklah mustahil asalkan kami sepenuhnya berkomitmen pada apa yang kami lakukan. Kabulkanlah doa kami…

Tuhan, lindungilah kami, sebab hidup ini adalah satu-satunya cara bagi kami untuk mengejawantahkan kuasa keajaibanMu. Kiranya bumi tetap mengolah benih menjadi gandum, kiranya kami bisa tetap mengubah gandum menjadi roti. Dan semua ini hanya dimungkinkan apabila kami memiliki kasih; karenanya, janganlah kami ditinggalkan seorang diri. Biarlah selalu ada Engkau di sisi kami, dan ada orang-orang lain – laki-laki dan perempuan-perempuan – yang menyimpan keraguan-keraguan, yang bertindak dan bermimpi dan merasakan antusiasme, yang menjalani setiap hari dengan sepenuhnya membaktikannya kepada kemuliaanMu. Amin.

...
09.12 PM
Jakarta, 4 Juli 2012
Dari buku "Seperti Sungai Yang Mengalir - Paulo Coelho"

Tuesday, July 3, 2012

My Favourite Day Is Today!!!









Jakarta, 3 Juli 2012

Saya baru saja scroll down twitter dan menemukan twit dari Paulo Coelho yang kemudian saya retweet dan saya jadikan favorit.

Percakapan karakter-karakter dalam kisah Winnie The Pooh seringkali membuat saya tersenyum dan juga berpikir. Sederhana, tapi memiliki makna yang dalam.

Lihat saja percakapan Piglet dan Pooh dalam gambar tersebut. Renungkan..

Menurut saya, menjadikan hari ini sebagai hari favorit akan membuat anda tersenyum ketika memulai hari ini, bersemangat menjalaninya, menganggap semua rintangan bukan suatu masalah besar. Dan pada akhirnya, saya dan anda semua, menjalani hidup secara maksimal. Karena, hey.. Ini adalah hari favorit anda!!! Have fun and enjoy it!!!

Cheers,
Amel

P.S : See the picture every single day of your life..

Monday, June 4, 2012

Bekerja Dengan Hati








Jakarta, 24 Mei 2012

Catatan tengah malam di Jakarta yang rasa-rasanya akan memulai musim kemaraunya. Panas, gerah dan kelaparan. Sayangnya, saya tidak terlalu suka menyimpan makanan di kamar kost saya. Terlalu beresiko untuk dijadikan sumber makanan para semut.

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang teman lama di sebuah rumah makan milik pencicip masakan ternama. Kami memilih kedai tersebut karena sepintas memiliki nuansa rumah, homey. Berjam-jam kami habiskan untuk mengenang masa-masa bodoh ketika kuliah sampai cerita mengenai apa saja yang kami berdua kerjakan di ibukota yang terkenal kejam ini.

Salah satu cerita yang dia berikan kepada saya adalah pekerjaannya, bagaimana dia sakit hati dengan kebijakan manajemen tingkat atasnya. Teman saya bekerja di suatu perusahaan jasa pencari tenaga kerja dan saat ini dia diminta untuk mengumpulkan kembali orang-orang yang pernah bekerja dengan mereka dan meminta mereka untuk kembali bergabung dengan perusahaannya.
 

Berbicara langsung dengan pahlawan devisa negara tersebut membuat dia harus mendengarkan cerita mereka selama bekerja di negara orang. Sebagian besar di antaranya adalah pengalaman mereka selama bekerja dan kekecewaan yang mereka alami. Teman saya pun mendengarkan, mencatat dan memberikan laporannya kepada manajemen perusahaan.
 

Jawaban yang dia terima secara langsung, cukup menyayat hati. Pimpinan proyek tersebut mengatakan, ketika bekerja ia diharapkan untuk tidak menggunakan hati dan memasukkannya ke dalam pikiran. Sebagai manusia yang perasaannya masih normal, dia diminta untuk menerima hasil perbincangannya dengan datar sebagai suatu statistik, data untuk kelengkapan laporan.
 

Saya ikut kaget mendengar hal ini dan mengingat, ketika saya bekerja di perusahaan sebelum ini. Salah satu hal yang ditekankan oleh atasan saya adalah supaya saya bekerja dengan hati. Karena ketika bekerja dengan hati, seluruh aspek yang saya butuhkan untuk kelancaran perusahaan saya, akan saya dapatkan. Saya akan menjadi manusia yang menyelesaikan pekerjaan saya karena tanggung jawab dan menyelesaikannya dengan sungguh-sungguh. Saya akan menghargai orang-orang yang berhubungan dengan saya, apapun posisinya, karena mereka adalah manusia yang butuh dihargai.
 

Satu kalimat: bekerja dengan hati. Membutuhkan komitmen teguh karena saya harus melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan saya dengan sungguh-sungguh sampai selesai dengan menghargai semua hal yang berkaitan dengan saya.
 

Menurut saya, hal ini merupakan poin penting yang bisa diterapkan tidak hanya dalam pekerjaan, tapi semua bagian dalam hidup saya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan terbaik.
Satu catatan kecil, di perusahaan sebelumnya, saya lebih banyak bekerja dengan data administratif dan mesin. 

Klien perusahaan teman saya, seratus persen manusia. Dengan pikiran, hati dan perasaan.

Cukup mencengangkan untuk saya, ketika salah satu pemegang kursi pimpinan meminta pegawainya yang langsung berhadapan dengan sumber keuntungannya, untuk bekerja tanpa hati. Padahal yang dia hadapi adalah manusia, yang bisa tersakiti begitu dalam bahkan dengan satu kalimat pendek.

Jujur saja, peristiwa yang dialami teman saya membuat saya kaget dan berpikir kembali mengenai esensi saya sebagai seorang manusia. Apakah hanya sebegitu saja nilai seseorang? Sebagai pemberi laba bagi perusahaan tanpa perlu dipertimbangkan perasaannya? Teman saya yang menangani proyek ini merasa buruk karena sudah berbohong kepada mereka yang percaya kepadanya untuk memberikan jalan keluar dengan membicarakan uneg-uneg mereka kepada yang lebih berwenang. Dan ia gagal :(.

Malam ini, entah mengapa saya memikirkan mengenai percakapan kami di kedai remang-remang sambil menyantap sepiring kentang goreng tersebut. Menurut saya, apapun keputusan pihak manajemen, teman saya harus tetap bekerja dengan menggunakan hati. Karena tanpa hati, tidak akan ada pekerjaan yang dilakukan secara maksimal. Dengan hati, seseorang bisa bersimpati atau bahkan berempati kepada mereka yang memang membutuhkannya. Tapi, sebaiknya jangan menggunakan hati kepada mereka yang juga tanpa hati.
 

Agak menyedihkan memang, ketika sesuatu yang seharusnya digunakan untuk merasa terhadap apapun malah diberi tombol on-off seperti lampu. Tapi, tidak berlebihan kalau saya mengatakan, "kita harus berhati-hati terhadap hati kita" khan?
 


Cheers,
Amel

P.S : Ucapan sayang dan terima kasih luar biasa untuk Oma Sandy dan Egie, yang sudah mau membaca draft awal tulisan ini... I woof you, guys.. :*

Wednesday, May 2, 2012

For My Parents...






Ibu,pelukan terbaik untuk anak-anaknya..
Kapanpun,dimanapun.. 
Diberikan tanpa pamrih,tanpa diminta.. 
Selalu ada.. 
Sejauh apapun anaknya berada 

Ayah, pendukung terbaik putra-putrinya.. 
Pemberi kekuatan, sejauh apapun anak-anaknya berada.. 
Batu karang kokoh tempat berpegang.. 
And for all of that reason, 

I love you, mom, dad.. 
Proud to have you in my life.. 

 ... 
08.35 pm 
30 April 2012